Membongkar Rahasia Dapur: Beda Suhu Pemanasan Susu Steril dan Pasteurisasi yang Menentukan Umur Simpan
Di rak-rak supermarket, kita menemukan beragam jenis susu, mulai dari yang harus disimpan dingin hingga yang bisa bertahan lama di suhu ruangan. Perbedaan utama ini terletak pada metode pengolahan panas yang diterapkan: pasteurisasi dan sterilisasi susu. Kedua proses ini esensial untuk keamanan pangan, tetapi menggunakan suhu dan durasi yang sangat berbeda, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas dan daya tahan produk.
Pasteurisasi: Panas Sejenak untuk Mengusir Patogen
Pasteurisasi adalah metode pengolahan panas yang lebih 'lembut'. Metode ini merupakan standar industri untuk membuat susu aman dari bakteri patogen yang berbahaya bagi kesehatan, seperti E. coli atau Salmonella.
Prosesnya melibatkan pemanasan susu pada suhu yang relatif rendah hingga sedang, biasanya antara $63^\circ\text{C}$ hingga $85^\circ\text{C}$. Durasi pemanasan ini sangat singkat, seringkali hanya dalam hitungan detik atau menit. Suhu yang tidak terlalu tinggi ini sengaja dipertahankan agar nutrisi penting dan rasa alami susu tidak rusak secara signifikan.
Meskipun pasteurisasi berhasil membunuh bakteri jahat, ia tidak sepenuhnya menghilangkan semua mikroorganisme, terutama bakteri pembusuk yang tahan panas (spora). Konsekuensinya, susu pasteurisasi wajib disimpan di lemari es ($4^\circ\text{C}$ atau kurang) dan memiliki umur simpan yang pendek, sekitar satu minggu.
Susu Steril: Pemanasan Total untuk Keamanan Mutlak
Sebaliknya, sterilisasi susu menggunakan perlakuan panas yang jauh lebih keras dan lama. Tujuan proses ini adalah mencapai sterilitas komersial, yang berarti semua mikroba, termasuk spora yang membandel, dilenyapkan sepenuhnya.
Untuk mencapai sterilitas ini, susu dipanaskan pada suhu sangat tinggi, yaitu antara 110 C hingga 121 C, dan dipertahankan selama 20 hingga 40 menit. Pemanasan ekstrem ini secara harfiah 'membersihkan' susu dari semua kehidupan mikroba.
Hasilnya adalah produk yang luar biasa stabil. Karena tidak ada mikroorganisme yang tersisa, susu steril memiliki daya simpan lama—seringkali mencapai 6 hingga 12 bulan—dan tidak memerlukan pendinginan selama kemasan (biasanya kaleng atau wadah tebal) belum dibuka. Perlakuan panas yang intens ini memang dapat menyebabkan sedikit perubahan rasa (sedikit lebih "manis" atau karamel) dan potensi hilangnya beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas, namun menjamin keamanan pangan jangka panjang.
Penentu Pilihan: Kebutuhan dan Kepraktisan
Perbedaan mendasar dalam suhu pemanasan 63 C vs. 110 C ke atas) ini menjadi penentu utama dalam memilih produk susu:
-
Jika Anda Mencari Kesegaran Maksimal: Pilih susu pasteurisasi, tetapi pastikan untuk selalu menyimpannya dalam kulkas dan menghabiskannya segera.
-
Jika Anda Mengutamakan Kepraktisan dan Keamanan Jangka Panjang: Susu steril adalah jawaban yang tepat. Produk ini adalah solusi ideal untuk persediaan di rumah, situasi darurat, atau dibawa saat bepergian karena daya tahannya di suhu ruangan.
